Saya sebagai warga Indonesia merasa prihatin kepada negara ini, khususnya pada beberapa stasiun Televisi yang hanya menampilkan kemewahan, kekerasan, bahkan sinetron yang tidak mendidik. Akhirnya masyarakat tergiring untuk berbuat yang aneh-aneh. Uniknya lagi semakin tidak jelas acara sebut saja acara musik di berbagai stasiun TV tidak menghibur, tetapi lebih kepada menghina. bahkan acara-acara di statsiun televisi lainnya terlalu mencari keuntungan bukan menghibur, semakin lama semakin hancur kehidupan di Indonesia. Mau tau akibatnya atau dampaknya apa ?
Dampak terbesar ialah pemuda-pemudi di Indonesia lebih meniru kehidupan mereka, mereka selalu bertindak hedoonis, bahkan tindakan mereka tercerminkan dalam kehidupan mereka, misalnya membeli Handphone, memukul teman sendiri, bahkan ada yang berebut pacar dan ini terjadi di sekolah UIN Syarif HIdayatullah Jakarta. Bahkan pencurian yang terjadi di Indonesia modusnya berasal dari sinetron.
APakah yang mesti kita lakukan, apakah kita hanya berdiam diri saja menunggu mereka insaf. Coba tolong wahai para pejabat negara simak baik-baik negara ini jangan hanya dibiarkan saja. harus ada filter yang menyaring setiap tindkaana stasiun televisi. Mau tau akibatnya lagi ? akibatnya yaitu warga negra Indonesia sudah tidak punya rasa malu, tidak bermoral, bahkan memalukan negra sendiri. Sungguh kasian negara ini, penulis hanya berdoa saja semoga negara ini masih dipelihara dan di bimbing oleh Allah swt melalui wakil-wakilnya di BUMI Indonesia yang tercinta ini
Monday, March 5, 2012
Sunday, March 4, 2012
Janganlah Terlalu Gembira Wahai Rakyat Indonesia
Tulisan ini didekasikan buat seluruh rakyat Indonesia yang semakin hari bersifat hedonis dan hura-hura, kita haaru memikirkan negara yang sudah di ambang kehancuran mau tau nnggak faktanya?
Pada faktanya negara ini telah berutang banyak sebanyak 1800 triliyun, sedangkan APBN kita hanya mencapai 1400 tirliyun setelah itu APBN di bagi-bagi dalam ruang lingkup misalnya gaji PNS, Pambayran uang presiden, anggota Menteri dan anggota DPR, dan membayar seagala kebutuhan negara ini. Apakah hal ini cukup untuk bayar uang kita, sungguh lucu negara ini disaat utang sulit untuk di bayar tetapi rakyat Indonesia hidup dengan hedonisme, bahkan masih juga di korupsi oleh pengatur negara ini.
Contoh kasus beberapa artis sinetron dibayat per episode 50 juta, belum lagi presenter 30 juta, selain itu penyanyi yang sekali manggunh hingga ratusan juta, ini masih dalam kasus entertaiment, selain kasus ini masalah pejabat juga negara yang merasa mereka bekerja bukan untuk rakyat tetapi untuk pribadi dan keluarga, sehingga timbullah mobil mewah hingga 1 Miliyar, sepatu 5 juta, dan jam tangan hingga 30 juta.
Semua tindakan hedonis ini mencerminkan negara kita damai dan sejahtera, padahal dibalik semua itu APBN kita tidak cukup untuk menutupi utang negara kita sungguh aneh negara ini disaat Negara kita lagi berjuang membayar utang, tetapi rakyat kita belomba-lomba untuk menghamburkan uangnya, energinya, dan kemampuannya. Sungguh aneh bukan penulis teringat seorang penelpon di Metro TV dia berkata "Negara Indonesia bagusnya dijadikan sebagai salah satu keajaiban Dunia" penulis sepakat dengan orang ini karena di saat negara sulit mengatur masyarakat, sebagian masyarakat hidup dengan kecurangan, kemewahan, dan kegembiraan jadi jangan terlalu gembira wahai rakyat Indonesia, masih banyak masalah kita kawan yang belum teratasi.
Saturday, March 3, 2012
Premanisme di Indonesia
Anarkis di Indonesia merupakan hal yang wajar dalam beberapa tahun terakhir ini mengapa hal ini terjadi? Apakah masih keemanan di Negara ini? atau hanya sekedar slogana samat?
Padahal negara ini dikenal dengan orangnya yang ramah-ramah, tetapi pada kenayataannya orang-orang nya cepat emmosi dan mudah terprofiokasi. Pada dasarnya masyarakat tidak bisa disalahkan, karena ini semua disebabkan karena kebutuhan rakyat Indonesia tidak bisa dipenuhi oleh Pemerintah atau peneyelenggara negara ini.
Kebutuhan tersebut mulai dari aspek yang kecil hingga besar, misalnya kebutuhan kecil seperto beras, minyak,susu, dan lain-lainnya, semua barang-barang tersebut sungguh sangat sulit didapatkan oleh masyarakat kecil karena semua barang tersebut serba mahal. Sedangkan aspek yang lebih besar meisalnya keamanan, keadilan, serta stabilitas ekomnomi sulit dilakukan oleh pemerintah, sehingga terciptalha premanisme.
Akibat premanisme maka masyarakat menghalalkan segala cara, sehingga terciptalah para pencuri, koruptor, hakim yang tidak adil, guru yang tidak jujur, kemudian hal ini berlangsung terus mulai dari tingkat SD hingga para pejabat. Apakah para pembaca mau bukti tentang hal ini. Pertama kasus pembunuhan mahasiwa dengan tamannya sendiri, setelah itu beberapa kasus pemerkosaan remaja di bawah umur, sungguh kasian negeri ini para pemudanya sudah menunjukkan bibit preman. Setalah itu masuk dalam dunai pejabat terdapat beberapa pejabat yang mencari uang melalui jabatannya, sehingga sering terjadi korupsi, selain itu terdapat beberapa hakim yang mudah terhasut dengan uang , sehingga keputusannya mudah dibeli.
Selain aspek ini, aspek yang tidak kalah premannya yaitu di partai politik, partai dijadikan kendaraan untuk menuju kekuasaan yang dijalani dengan cara-cara anarkis , mulai dari kasus Ketua KPK yang di fitnah membunuh orang, ancaman terhdapa kasus Gayus, ancaman terhdap ketua KPK baru, semua tindakan ini disebabkan partai politik kita tidak bersih sehingga lebih layak dijadikan partai preman saja.
Kasus-kasus ini menggambarkan bahwa premanisme di negara kita sudah berkar dari generasi ke genarai, sehingga negara kita lebih layak dijuluki sebagai negara preman daripada negara pancasila.
Subscribe to:
Posts (Atom)