Monday, February 11, 2013

Alasan Mengapa Seorang Nabi diutus ke Muka Bumi? Apakah Indonesia Sekarang Membutuhkan Nabi?

            Mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad, semua mempunyai sebab dan akibat. Dalam dunia sejarah, tidak ada yang mampu mengukur berapa umur bumi ini. Telah banyak peristiwa yang terjadi di Muka Bumi ini. Dalam kasus ini penulis tidak akan membahas sejarah mengenai Adam sampai Nabi Muhammad. Akan tetapi penulis membahas mengenai Mengapa Nabi Muhammad di utus? Apa hikmah dibalik atau history dibalik itu semua. 
             Jika melihat kasus yang terjadi pada masa Arab pra Islam sungguh memprihatikan, perbuatan-perbuatan keji merajelela di Kota Arab. Sehingga Arab pada zaman dahulu dijuluki dengan masa jahiliyah, artinya masa kebodohan. Pada zaman itu perempuan hanya dijadikan ajang sex belaka, pembunuhan menjadi suatu hal yang biasa, pemerkosaan bukanlah berbuatan dosa, inilah gambaran dunia kegelapan Arab pada masa itu.
            Pada saat bersamaan, dimana dunia Arab sangat kacau khususnya di Kota Makkah yang menjadi pusat perdagangan merupakan sebuah hal yang menarik bagi para pedagang pada masa itu, di tempat ini pula banyak perampokan terjadi. 
           Jika kita melihat perbuatan-perbuatan diatas, apa perbedaannya dengan zaman sekarang, penulis melihat sama saja. Pemerkosaan telah banyak, perzinaan telah marak, malahan di legalkan, Sungguh aneh bukan, tidak hanya itu beberapa pejabat seperti tidak mempunyai agama karena seolah-olah terjadi pembiaran, Sungguh aneh sekarang di Indonesia merupakan negara terbesar agama Islamnya dan penduduknya tapi sulit dibendung kebiadabannya. Apalagi perbuatan ini ditambah dengan korupsi, semakin stress kita pikirkan.  
              Sekrang kita membutuhkan Nabi, pada masa itu, akan tetapi Al-Qur'an telah menutup Nabi pada masa Nabi Muhammad, sehingga kita harus memperbanyak ulama, karena Ulama adalah pewaris Nabi (ayat al-Qur'an), Indonesia sebaiknya banyak mencetak ulama bukan menjadi artis, banyak sekali acara-acara artis akan tetapi sangat sedikit acara untuk para ulama, sungguh aneh Indonesia, Apakah skarang Indonesia butuh Nabi atau cukup ulama saja, kita lihat saja sampai dimana akhirnya, hhhheeeeeehah wasalam

Sunday, January 27, 2013

Narkoba di Indonesia Sudah Seperti Sarapan Bagi Warga Indonesia

         Kehidupan yang hedonis membuat orang-orang terbius dalam kehidupannya. Kesibukan orang tua, kurangnya pendidikan agama, dan minimnya sosialisasi tentang hidup sehat. Membuat kehidupan orang-orang kaya semakin sembarangan. 
          Momen ini dimanfaatkan  oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, masuklah Narkoba, guna memberikan asupan gizi yang negatif. Maksudnya narkoba digunakan untuk menutupi capeknya kehidupan mereka. Inilah kehidupan yang hedonis yang dimaksud. Kehidupan yang glamor sudah menjadi kebiasaan kehidupan artis dan pejabat. 
           Peristiwa yang terjadi di Rumah Ahmad, merupakan kehebohan di kalangan selebriti, tapi bagi penulis itu bukan sebuah peristiwa yang luar biasa, karena sudah menjadi kebiasaan para Artis jika mereka kecapaian dan ingin mengejar setoran, maka Narkoba menjadi sarapan mereka. Begitu pula pejabat kita, yang sulit bersantai karena aktivitas di pagi hari, maka malam dijadikan ajang untuk santai dan menghambur-hamburkan uang, dari sinilah narkoba bisa masuk. Kehidupan yang meletihkan di pagi hari, mengakibatkan para pejabat membutuhkan narkoba sebagai suplemen tenaga di malam hari. 
          Meskipun demikian, uang yang berbicara karena para pejabat dan artis sudah memiliki uang, sehingga problem seperti ini menurut penulis bukanlah masalah karena warga Indonesia lah yang meminta dan sudah putus urat malu mereka, jadi no problem. 
         Solusi yang tepat untuk semua ini adalah agama, jika semua warga Indonesia berlandaskan agama penulis yakin peristiwa ini tidak akan terjadi, pedoman kepada Allah adalah solusi yang tepat. Coba bayangkan pagi hari shalat subuh, ketika berkerja kita shalat zuhur, ketika selesai kerja shalat ashar, ketika mau makan malam shalat magrib, dan sebelum tidur shalat Isya dulu, semua tertuju kepada Allah, dijamin hidup akan selamat. 



    

Sunday, January 20, 2013

BANJIR JAKARTA MERUPAKAN BANTUAN PERTAMA ALLAH BUAT JOKOWI

      Boleh jadi kebetulan atau tidak, banjir telah terjadi di Ibu Kota, dan disaat yang sama Jokowi sebagai Gubernur Jakarta merasa pusing dengan banyaknya jumlah mobil di Ibu kota. Pusingnya Jokowi ditambah lagi dengan lambatnya keputusan DPRD ibu kota, serta lambatnya roda pemerintahan SBY. 
      Pada saat pusing seperti itu bantuan Allah pun datang banjir datang ke Ibu kota dan merusak semua mobil para pejabat yang korupsi dan pedagang yang curang. Pada saat inilah Jokowi harus segera bertindak dengan membatasi jumlah kendaraan, agar tidak terjadi namanya macet. 
      Jokowi sebaiknya harus segera sadar bahwa bantuan Allah telah datang kepadanya, meskipun wakilnya agama non muslim, bagi saya tidak masalah asalkan jujur dan ikhlas. Dari pada muslim, tapi kosupsi dan menyiksa rakyat. 
      Kasus Jokowi sama persis dengan Nabi Nuh, pada saat itu Nabi Nuh telah pusing memikirkan tentang kekafiran kaumnya kepada Allah. Di saat bersamaan Banjir pun datang, dan kaum Nabi Nuh yang beriman selamat dari ancaman tersebut.
       Kasus Banjir Jakarta merupakan bukti bahwa hanya mobil-mobil orang yang beriman dan tidak korupsi yang selamat. Sedangkan mobil para pejabat yang korupsi terjebak di tengah banjir hingga rusak. Allah maha mengetahui siapa yang jujur dan tidak. Wallahu Alam bi sawab