Saturday, April 25, 2015

Manusia adalah makhluk yang Paling merugi Untuk zaman sekarang

             Pemikiran ini berasal dari ceramah yang disampaikan syekh Ali di tv one tentang koruspi waktu. Pemikiran saya sejalan dengan syekh Alinmengenai waktu, waktu adalah hal atau sesuatu yang paling berharga yang dimiliki manusia.
          Tanpa waktu manusia tidak bisa beraktifitas, coba seandainya waktu di dunia ini ditiadakan maka akan tercipta situasi manusia yang bodoh trrus sepanjang jalan, inilah waktu tanpa waktuborang akan tidak mengenal tidur bangun muda, tua.
        Waktu lah yang membuat semua menjadi teratur, waktu yang dimaksud disini bukanlah jam tetapi situasi kondisi dan siang hari malam hari. Inilah waktu yang dimaksud.
         Jadi jangan heran jika allah bersumpah demi waktu karena waktu adalah sesuatu yang berharga. Demi waktu sesungguhnya manusia itu merugi, kecuali orang yang beriman dan beramal shaleh.
         Zaman seksrang waktu semakin sedikit digunakan orang untuk beribadah, kebanyakan manusia sekrang sibuk dengan urusan dunia,nya padahal mereka tidak sadar waktu yang dipergunakannya itu adalah umurnya.
         Zaman srkrang semakin canggih dunia semakin praktis melakukan sesuatu, tetapi alangkah malasnya manusia hanya diam, duduk dan bermain untuk kesenangan dirinya. Coba kita hitung waktu seseorang membaca statusnya di facebook, bbm, dan twiter dan lain segalanya, semua itu hanya kesenangan sesaat yang Hanyabmenghabiskan ummurnya saja, makanya saya menyimpulkan bahwa waktu sekrang merupakan waktunya manusia dalam keadaan merugi akibat kecanggihan dunia teknologi.

Sunday, April 12, 2015

Memahami Hadis Shahih dan Dhaif

       Hadis mrupakan salah satu unsur penting dalam hukum Islam, bahkan menjadi sumber hukum kedua dalam agama, sebagai orang muslim penting sekali untuk memahami hadis dari segi kualitasnya. Hal ini berdampak dari sumber hukum yang akan dipakai. Pada dasarnya hadis dari segi kualitas dibagi menjadi 3 yaitu shahih, hasan dan dhaif.
         Dalam tulisan ini penulis hanya menjelaskan hadis dua macam yaitu shohih dan dhaif. Hal ini sangat perlu untuk dipahami karena siantara kita telah banyak orang yang menjadi ustad jadi jadian, kemudian ada sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam tapi sumber yang digunakan masih diragukan. Olwh karena itu penulis ingin menjelaskan sedikit mengenai hadis shohih dan dhaif.
        Untuk mengetahui hadis itu shohih si pembaca perlu meneliti hadis tersebut dari syarat syaratnya, diketahui hadis shahih itu mempunyai lima syarat 1. Sanadnya bersambung. 2. Tidak syadz ( janggal), 3. perawinya dhabit dan tsiqah. 4. Perawinya adil. 5. Tidak ada illat didalamnya ( tidak ada cacat).
          Perlu dipahami sanadnya bersambung artinya terjadi kesinambungan antara sanad hal ini bisa diketahui melalui hubungan murid dan guru dan bisa juga dilihat dari tahun kematiannya. Sedangkan tidak syadz maksudnya ialah tidak ada perbedaan dengan hadis yang muatawatir yang shohih atau hadis shohih, dan tidak ada saling bertenangan redaksinya, selanjutnya perawi dhabit dan tsiqah maksudnya ialah dhabit orang yang kuat ingatan sedangkan tsiqah orang yang kuat menjaga imannya dari segi beribadah dan menjaga diri dari perbuatan maksiat, sedangkan perawinya adil ialah perawinya itu mempunyai iman yang kuat. Dan tidak ada illat ialah tidak ada perawi yang masih diragukan kualitasnya baik dari segi ingtannya maupun kedhaifannya.
         Adapun kualias hadis dhaif syaratnya merupakan kebalikan dari syarat hadis shohih, kesemuanya itu bisa didapat dari sanadnya, jika sanadnya itu lengkap maka bisa dicari tau melalui kita tahzibul kamal fi asmau alrijal karya al mizzi atau Tahzib al tahzib karya ibn hajar alasqalani, atau kitab rijal karya ibn hajar juga.
      Islam harus nya mengenal kitab kitab seperti ini agar mereka bisa mengecek buku yang mereka baca atau mereka dengar dari ceramah, sehingga islam ini kaya akan wawasan tidak menjadi agama yang berasal dari doktrin. Inilah islam

Monday, February 23, 2015

Martabat Indonesia Terangkat Karena Hukuman Mati

       Pernyataan dari presiden Jokowi mengenai hukuman mati sangat lah tepat, mengapa tidak karena rusaknya negara ini salah satu penyebabnya adalah narkoba. Bayangkan saja ketika hukuman mati diterapkan akibat narkoaba, beberapa negara mulai berteriak seperti Australian dan Brazil, alasannya ialah HAM, padahal alasan ini tidak masuk akal, dan hal ini wajar karena warganya akan dihukum mati di negara ini.
        Negara negara mulai melihat Indonesia, karena keberanian pemerintah sekarang untuk menegakkan keadilan, meskipun negara negara berkembang berteriak agar hukumanmati tidak dilaksanakan, akan tetapi presiden Jokowi tetap maju, kita lihat saja apakah Jokowi bertahan, jika ia bertahan maka martabat bangsa ini akan terangkat, dan lebih dihormati di mancanegara, mengapa tidak karena membawa narkoba dengan kadar tertentu akan dihukum mati. Kita lihat saja, ......