Tulisan ini bukan menyulut kemarahan atau memancing pertikaaian akan tetapi tetapi tulisan ini dibuat sebagai bahan introspeksi diri kita ada ? dan Kenapa Negeri ? apakah ada yang salah negeri ini ?
Dalam tulisan saya sebelumnnya banyak mengaitkan sesuatu dengan agama, hal ini pun sama, aspek moral bangsa ini perlu dikaji karena apakah kita sudah layak ujub takabur dan sombong kepada negeri lain. ?
Walaupun di mulut kita mengucapkan kita perlu khawatir kepada Malaysia akan, dan tidak boleh membanggakan diri. akan tetapi apakah hati setiap manusia itu seperti itu dan manusia ini menggambarkan bangsa Indonesia dan terlihat euforia yang terlalu menjelekkan-jelekkan bangsa lain.
apakah ini layak dijadikan juara, seorang juara adalah seorang yang dihina dan dijerat bahkan di maki-maki secara sporadis akan tetapi bangsa Malaysia diam saja dan tidak berkata apa-apa dan hanya spontanitas saja apa yang mereka ucapkan.
Klub juara adalah klub yang sabar dan mampu menahan emosinya dalam situasi manapun sehingga bisa manjadi champion. tenamnkan pada diri kita bahwa kita adalah bangsa Indonesia yang tidak menghina siapapun dan bermartabat sehingga kita layak jadi juara ?
Semakin kita menghina Malaysia, kita akan semakin dikatakan bangsa yang kanak-kanak karena belum mampu mengkoordinisir hati kita agar bersikap tenang, dan tidak menyalahkan seperti laser, gatal-gatal.
Penulis teringat ketika Jose Mourinho menjalankan sepak bola negatif ketika masih menangani Inter, pada saat itu Inter mengahadapi Barcelona yang difavoritkan juara, bahkan Jose dihina karena seolah-olah Inter tidak bermain sepkabola karena tidak ada permainan bola yang diterapkan akan tetapi hanya membuang bola saja.
Akan tetapi Jose hanya berkata inilah sepakbola harus pragmatis, dan akhirnya pujian melayang kepada Jose karena mampu mengantarkan Inter Juara dengan sepakbola pragmatisnya ?
Jika Indonesia ingin juara maka bersikaplah seperti Jose yang walaupun dikritik dia tetap berdiri, saya pribadi melihat sosok Jose ada pada diri Malaysia walaupun dikritik dia tetap santai dan hanya membalas dengan spontan saja.
Tuesday, December 28, 2010
Saturday, December 25, 2010
Kalau Mau Tinggal di Jakarta harus Abnormal
Tulisan ini bukan menghina atau menjatuhkan, akan tetapi kepedulian penulis terhadap lingkungan setempat. Pada dasarnya orang-orang itu hidup dalam tingkat kewajaran, akan tetapi jika kita bandingkan dengan kehidupan Jakarta, sungguh prihatin.
Pada pagi hari orang-oramg harus bangun jam 4 pagi, dalam hal ini Islam sangat menganjurkan,akan tetapi ini dikerjakan bukan karena Allah akamn tetapi karena duit, bukan karena Allah, kemudian setelah pergi di jalanan sudah betemu dengan berbagai macam orang mulai dari wajahnya ceria hingga wajahnya cemberut semua ada.
Setelah itu jika pada saat siang hari beberapa orang makan di pinggir jalanan, tanpa mengtehui apa yang mereka makan, apakah ini normal, begitu banyak jajanan di pinggir jalan mulai dari sekolahan, kampus dan perkantoran begitu banyak, bahkan bagi saya jumlah pembeli dan penjual tidak seimbang karena begitu banyak penjual, ya ALLAH ?
Setelah itu pada saat sore hari pulang dan bertemu dengan orang-orang yang bermacam-macam pula, mulai dari stres di kantor hingga senang habis ketemu pacarnya, sesampai di jalan macet pula, akhirnya prediksi waktu yang diperlukan gagal karena faktor macet. semua hal ini dilakukan di kota-kota Besar terutama di Jakarta.
Maka untuk menyalaraskan kehidupan itu maka seseoarang tinggal di Jakarta harus hidup tidak biasa misalnya biasanya bagun pagi jam 5 maka dia harus bangun jam 4, kedua yang awalnya berpikiran baik dan tenang akhirnya ketika ditengah perjalanan jadi marah-marah karena macet, ketiga pulang biasanya hanya satu jam maka pulang kantor atau kampus menjadi malam.
Apakah ini namanya kehidupan, apakah kita senang atau merasa terbebani silahkan anda yang jawab dan anda yang mengalaminya ? apakah ini karena uang sehingga kita menjadi tidak normal ?
Satu lagi yang perlu diingat bahwa sekali kita berbuat kejahatan di jakarta pasti akan diigat , dan jika kita berbuat kebaikan maka akan disangka pasti ada maunya ? jadi mau apa silahkan coba pikirkan tulisan ini baik-baik semoga kita bisa memperbaiki menjadi lebih baik dan normal //??????
Pada pagi hari orang-oramg harus bangun jam 4 pagi, dalam hal ini Islam sangat menganjurkan,akan tetapi ini dikerjakan bukan karena Allah akamn tetapi karena duit, bukan karena Allah, kemudian setelah pergi di jalanan sudah betemu dengan berbagai macam orang mulai dari wajahnya ceria hingga wajahnya cemberut semua ada.
Setelah itu jika pada saat siang hari beberapa orang makan di pinggir jalanan, tanpa mengtehui apa yang mereka makan, apakah ini normal, begitu banyak jajanan di pinggir jalan mulai dari sekolahan, kampus dan perkantoran begitu banyak, bahkan bagi saya jumlah pembeli dan penjual tidak seimbang karena begitu banyak penjual, ya ALLAH ?
Setelah itu pada saat sore hari pulang dan bertemu dengan orang-orang yang bermacam-macam pula, mulai dari stres di kantor hingga senang habis ketemu pacarnya, sesampai di jalan macet pula, akhirnya prediksi waktu yang diperlukan gagal karena faktor macet. semua hal ini dilakukan di kota-kota Besar terutama di Jakarta.
Maka untuk menyalaraskan kehidupan itu maka seseoarang tinggal di Jakarta harus hidup tidak biasa misalnya biasanya bagun pagi jam 5 maka dia harus bangun jam 4, kedua yang awalnya berpikiran baik dan tenang akhirnya ketika ditengah perjalanan jadi marah-marah karena macet, ketiga pulang biasanya hanya satu jam maka pulang kantor atau kampus menjadi malam.
Apakah ini namanya kehidupan, apakah kita senang atau merasa terbebani silahkan anda yang jawab dan anda yang mengalaminya ? apakah ini karena uang sehingga kita menjadi tidak normal ?
Satu lagi yang perlu diingat bahwa sekali kita berbuat kejahatan di jakarta pasti akan diigat , dan jika kita berbuat kebaikan maka akan disangka pasti ada maunya ? jadi mau apa silahkan coba pikirkan tulisan ini baik-baik semoga kita bisa memperbaiki menjadi lebih baik dan normal //??????
Wednesday, December 22, 2010
Oppression of women by women unwittingly
Human rights is discussed by Western submarines as a means to equate women with the excuse that there has been slavery in women and it can be seen from the Islamic civilization and Islamic civilization before.
Islam as a religion of perfection come from other religions. At the time Islam has not come, many of the companions of marriage contract, then Islam came and formulate the concept of marriage was sendir. Then Islam changed everything by using the dowry sebgai appreciation for women.
Besides marriage, Islam also prohibits marriages that many, if you could just then marry two, three, or four, but if it is difficult then one only, this is a recommendation to marry one woman only.
Women in Islam are protected in terms of this outfit can be seen from the viewpoint of female genitalia fighi that restrict only the face and palms, if this is not maintained it will tempt the men, so it was obvious that Islam protects women.
However, human rights come in and change everything, which is made by the human rights equation. make some women feel themselves as leaders say Amina Wadud, then she made the appeal in a product, several products using women as tools to attract consumers, and women who serve as a tool to feel himself working, when they were enslaved.Thus came the SPG (sales promotion girl) then she was released on his work so timbulah memilh female soccer, female boxing, even guard petrol stations from women.
Though Islam has come to protect women who always told at home, and keeping her husband's estate, manjaga children in order to raise dignity, in the hadith of the Prophet explained that every person and every leader beratnggung leaders accountable for what they lead. The woman was the leader for keluargnya and their children in this case does not mean the head of the family but rather to maintain honor her husband who became a big question?
Which is better protect women human rights or Islamic?
Do women realize that they have diperbudah by human rights?
Does Islam really keep kohormatan Women?
women please think about it?
Islam as a religion of perfection come from other religions. At the time Islam has not come, many of the companions of marriage contract, then Islam came and formulate the concept of marriage was sendir. Then Islam changed everything by using the dowry sebgai appreciation for women.
Besides marriage, Islam also prohibits marriages that many, if you could just then marry two, three, or four, but if it is difficult then one only, this is a recommendation to marry one woman only.
Women in Islam are protected in terms of this outfit can be seen from the viewpoint of female genitalia fighi that restrict only the face and palms, if this is not maintained it will tempt the men, so it was obvious that Islam protects women.
However, human rights come in and change everything, which is made by the human rights equation. make some women feel themselves as leaders say Amina Wadud, then she made the appeal in a product, several products using women as tools to attract consumers, and women who serve as a tool to feel himself working, when they were enslaved.Thus came the SPG (sales promotion girl) then she was released on his work so timbulah memilh female soccer, female boxing, even guard petrol stations from women.
Though Islam has come to protect women who always told at home, and keeping her husband's estate, manjaga children in order to raise dignity, in the hadith of the Prophet explained that every person and every leader beratnggung leaders accountable for what they lead. The woman was the leader for keluargnya and their children in this case does not mean the head of the family but rather to maintain honor her husband who became a big question?
Which is better protect women human rights or Islamic?
Do women realize that they have diperbudah by human rights?
Does Islam really keep kohormatan Women?
women please think about it?
Subscribe to:
Posts (Atom)