Saturday, December 14, 2013

Akibat Lalai Nyawa Melayang

            Desember ini merupakan bulan yang kelam bagi KRL dan Pertamina, betapa tidak dua perusahaan ini saling beradu dalam sebuah acara Adu cepat. Kelalaian merupakan faktor yang menyebabkan terjadi peristiwa tersebut. Lima orang tewas akibat peristiwa tersebut, dan puluhan orang luka-luka. 
             Dalam peristiwa tersebut tidak perlu lah kita mencari penyebab, akan tetapi penulis memberikan solusi agar kita harus berbenah untuk mencari jalan keluar, sehingga peristiwa itu tidak lagi terjadi. Sudah sering kita mendengar peristiwa kecelakaan yang diakibatkan oleh kelalaian, akan tetapi peristiwa Bintaro merupakan kelalaian yang sering dilakukan oleh warga dan beru terasa sekarang dampaknya. Tidak ada yang menyangka bahwa mobil pertamina akan terhenti ditengah-tengah rel dan langsung saja ditabrak oleh kereta yang sedang lewat. 
            Sungguh tragis peristiwa tersebut, alasannya karena penumpang tidak mengetahui bahwa mereka akan menanbrak truk yang berisi bensin, jika seandainya itu mobil biasa masih masuk akal, akan tetapi yang ditabrak adalah mobil pemuat bensin dan mengakibatkan api yang berkobar diluar kereta dan mengakibatkan luka bakar yang hebat. Semoga peristiwa ini dapat memberi pelajaran bagi warga kita (warga Indonesia)  

Saturday, November 16, 2013

Fenomena Goyang-Goyang

             Sekali lagi Indonesia menjadikan goyangan sebuah fenomena yang unik, dikala bangsa Indonesia runtuh dimata dunia akibat ulah Akil Mukchtar dan kawan-kawan. Indonesia sibuk dengan goyangannya masing-masing. Mulai dari radio hinga Statiun TV. Sebut saja RCTI dengan goyang Gaspolmya, kemudian SCTV dengan goyang keretanya, ditambah lagi dengan statiun TV yang mempopulerkan pertama kali goyangannya yaitu YKS, dengan goyangan KEEP SMILENya . 
          Jika ditelusuri satu persatu maka itu memperlihatkan warga Indonesia ini butuh hiburan dan sudah apatis. dengan kata lain masa bodoh dengan negeri ini mau dibawa kemana yang penting gue goyang. Inilah yang diinginkan oleh pejabat kita makanya mereka membiarkan negeri ini menjadi bodoh. Jadi setelah goyang jangan heran kita punya negeri sudah ganti pemiliknya hahahhaahhahaah. 
                Satu hal yang sangat disayangkan dengan fenomena goyang ini yaitu lagu yang dibawakannya sungguh tidak mendidik. Mulai dari naik, kemudian judul lagu lainnya yaitu Buka dikit jos. Ini merupakan didikan yang sangat salah. Jika dibaca baik-baik liriknya buka dikit jos ada kata-kata rok mini, body sexy dan lain nya. Ini merupakan hal yang buruk untuk anak muda dan mereka menyukainya ditambah lagi anak kecil yang ikut-ikutan. Sudah jelas-jelas lagunya tidak baik, eh malah dijadikan fenomena di Indonesia dan semua orang menyukainya, padahal tidak ada satu orang yang terpelajar yang mengikuti mereka. Kasian bangsa ini mau dibawa kemana, nggak jelas bro.................
         

Saturday, October 12, 2013

LAWAKAN YANG MENYAKITI HATI SANG PEMAIN

      Berbagai acara lawakan merupakan hiburan yang paling ditunggu oleh keluarga. Biasanya lawakan ini mulai dari sore hingga malam hari. Akan tetapi sungguh aneh di Indonesia ini, lawakannya hanya bertujuan menghibur satu pihak yaitu si penonton. Lawakan sekarang tidak memikirkan nasib sang pemain apakah mereka memang tertawa bersama kita atau tidak, atau malah mereka tidak menikmati peran masing-masing. 
      Esai ini memberikan kita gambaran bahwa lawakan sekrang justru lebih mementingkan konsumen daripada di pelawak. Jadi jangan heran jika ada pelawak yang narkoba, istri dua, dan  lain sebagainya. Karena lawakan mereka bukan berasal dari hati, akan tetapi karena uang. 
       Misalnya saja lawakan yang diadakan di berbagai stasiun TV swasta kebanyakan yaitu menghina orang. Kita tidak bisa bayangkan jika kita yang berada di dalam TVtersebut kemudian kita dihinakan. Seperti yang terjadi kepada pelawak-pelawak yang cebol mereka selalu menjadi bahan hinaan, atau seorang pelawak dengan muka pas-pasan pasti akan menjadi bawaham dan hinaaan. Inilah yang harus disadari betul lawakan Indonesia harus betul-betul dapat merangkul dua pihak yaitu pihak pembuat seni lawak itu sendiri dan penonton. Sehingga akan terjadi singkronisasi anatar penonton dan pelawak. 
       Semoga lawakan Indonesia lebih bermutu dan lebih cerdas dalam membuat lawakan, sehingga tidak menjadi dosa. Siapa tau yang dihina itu sakit hati akan tetapi dia tidak menunjukkannya. Inilah yang mesti disadari betul oleh stasiun TV kita dan semua pelawak di Indonesia.